Profile Muslim Convert

Mauris rhoncus orci in imperdiet placerat. Vestibulum euismod nisl suscipit ligula volutpat, a feugiat urna maximus. Cras massa nibh, tincidunt ut eros a, vulputate consequat odio. Vestibulum vehicula tempor nulla, sed hendrerit urna interdum in. Donec et nibh maximus, congue est eu, mattis nunc. Praesent ut quam quis quam venenatis fringilla. Morbi vestibulum id tellus commodo mattis. Aliquam erat volutpat. Aenean accumsan id mi nec semper.

Curabitur sed iaculis dolor, non congue ligula. Maecenas imperdiet ante eget hendrerit posuere. Nunc urna libero, congue porta nibh a, semper feugiat sem. Sed auctor dui eleifend, scelerisque eros ut, pellentesque nibh. Nam lacinia suscipit accumsan. Donec sodales, neque vitae rutrum convallis, nulla tortor pharetra odio, in varius ante ante sed nisi. Orci varius natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

Vivamus in diam turpis. In condimentum maximus tristique. Maecenas non laoreet odio. Fusce lobortis porttitor purus, vel vestibulum libero pharetra vel. Pellentesque lorem augue, fermentum nec nibh et, fringilla sollicitudin orci. Integer pharetra magna non ante blandit lobortis. Sed mollis consequat eleifend. Aliquam consectetur orci eget dictum tristique. Aenean et sodales est, ut vestibulum lorem.

Manusia pada dasarnya adalah bersih (fithrah) seperti kertas putih, kemudian berubah karena pengaruh lingkungan, sebagaimana sabda Nabi yaitu:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يَـوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ- وَفِى رِوَايَةٍ: عَلَى هَذِهِ الْمِلَّةِ- فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانَهُ أَوْيُنَصِّرَانَهُ أَوْيُمَجِّسَانَهُ، كَمَا تُوْلَدُ بَهِيْمَةٌ جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟
Artinya: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fithrah”—dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam keadaan memeluk agama ini—Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana seekor binatang dilahirkan dalam keadaan utuh (sempurna), apakah kalian mendapatinya dalam keadaan terpotong (cacat)” (HR. Bukhari dan Muslim).
Muallaf ialah “orang masuk Islam yang masih lemah mental keislamannya, atau orang Islam yang mempunyai wibawa yang dengan diberi zakat maka bisa diharapkan orang lain turut masuk Islam”. Mu’allaf dari kata “muallafah qalbuh”; jamak: “mu’allafah qulubuhum” yang berarti orang yang dijinakkan hatinya agar cenderung kepada Islam”.
Dalam ilmu fiqih, dikatakan bahwa muallaf merupakan “satu dari delapan kelompok (asnaf) manusia yang berhak menerima zakat”. Dalam tafsir Al-Manar Ustadz Rasyid Ridha berkata, “Mereka, orang-orang muallaf, adalah segolongan manusia yang sengaja hatinya dihibur dan diperkuat untuk masuk Islam, atau diperkuat karena keislamannya masih lemah, atau untuk menahan kejahatan mereka terhadap kaum muslimin, atau untuk menarik manfaat dari mereka dalam membela kaum muslimin.”